Oleh : lalu anshor
--------------------
Bagi saya, menulis tentang berbagai pandangan banyak hal dari seorang TGB adalah sebuah upaya sederhana untuk saya agar lebih bisa meneladani dari sisi yang bisa kita jadikan sebagai pemicu dalam berbuat kebaikan, karena saya meyakini betul keilmuan dari seorang #TGB adalah keilmuan yang akan selalau hidup dan bisa dicontoh oleh banyak kalangan,dan ini tentu membuatnya lebih istimewa karena bagi seorang pendidik TGB mencontohkan banyak hal seperti prestasi akademiknya, bagaimana perjalanan pendidikan yang pernah dijalani, iya lahir dari rahim pesantren dari daerah terpencil kepulauan indonesia tepatnya Lombok NtB dan menempuh pendidikan ke luar negeri dengan komitmen mempelajari ilmu keislaman dengan prestasi yang tertinggi dalam bidang ilmu tafsir Al-Qur an.
Jika kita ingin meneladani beliau dari hal karir politik kitapun bisa melihat bagaimana posisi beliau sejak muda sudah menunjukkan prestasi sbg kepala daerah termuda seindonesia dengan segudang penghargaan dari banyak kalangan. Bagi para pendidik tentu apalagi yang tak bisa dicontoh dari sang TGB bukankah #TGB adalah yang paling padat jadwal Dakwahnya dari gubernur lainnya, atau bahkan hanya #TGB sebagai kepala daerah yang punya jadwal rutin dakwah keliling menyapa jamaah Nusantara..
Dari sekian hal yang banyak untuk kita teladani dari sosok #TGB ternyata satu hal yang scr kesadaran pribadi yang saya bisa tangkap dari sekian prestasi yang pernah didapat oleh beliau, yang ingin #TGB sampaikan kepada masyarakat NTB yaitu kesadaran berhenti berfikir pesimis tentang NTB dan setiap orang NTB tak lagi menggantungkan harapan kpd orang lain untuk memajukan daerahnya dan #TGB bilang agar Setiap orang NTB akan bangga mengatakan saya orang NTB, dan menyadari bahwa NTB Nasib Ternyata Baik.dari inilah kemudian akan lahir kesadaran sprt ungkapan Hamzanwadi ttg pulau lombok"
Pulau lombok kecil sekali
tapi gunungnya besar dan tinggi
Jika orang pandai mengkaji pasilah sujud 1000x
#TGB2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar