Oleh : Ardi
Begitu banyak kontent di sosmed yang membahas mengenai TGB. Ulama muda sekaligus umara nan karismatik, kontent yang beragam tsb menyertakan photo-photo beliau yang begitu menarik untuk di cermati.
Jika kita membahas ke-aliman, ke-khusukan dan ke-ilmuam bahkan hingga ke-berhasilan TGB dalam membangun daerah yang di pumpinnya, sepakat kita katakan tidak akan kita ragukan lagi. beliau adalah Contoh Ulama dan umara yang berhasil dalam laku kehidupan-nya.
Semalam saya sempat berdiskusi dengan kawan-kawan pengiat kesenian teater di Malang, pendek kata kami membicarakan apa sih karya seni itu?.
Jika kita mengacu kepada apa yang di katakan Imanuel kent, filusuf abad ke-18 ,si kent mengatakan : seni di buat hanya untuk kepentingan keindahan semata, tidak lebih dari itu.
Terjadi perdebatan yang lumayan seru di antara kawan-kawan ,bermacam teory tentang seni di di utarakan, mungkin terlalu panjang jika saya bahas dalam tulisan ini.
Saya coba memberikan sedikit contoh atas apa yang di teory kan oleh kent ,sebagai contoh sesuatu itu menjadi karya seni jika memang di peruntukan bagi keindahan.
Pensil hanyalah alat untuk menulis, dan jika pensil itu di padukan dengan meja kuno antik dan kemudian pinsil itu di letakan diatas meja dengan di sinari lampu fokus hanya kepada pinsil itu kemudian di tempatkan di galery seni, walau pensil itu tinggal sepotong pun ,maka itu memiliki nila estetika dan pensil itu menjadi karya seni.
Saya pribadi menjadi sedikit ingin membelokan apa itu teory kent yang hanya menyebut karya seni adalah objek mati yang di peruntukan untuk di nikmati keindahan-nya, saya coba mengarahkan sudut pandang saya kepada objek hidup, dalam hal ini manusia.
"Seni adalah rasa, rasa yang muncul dari sudut pandang personal terhadap sebuah objek yang di anggap Indah"
*maaf saya lupa ini teory siapa.
Saya coba menempatkan Tuan Guru Bajang sebagai objek contoh rasa seni yang saya munculkan ,seperti kita ketahui dan ikuti perjalanan dakwah beliau selama ini,
dimanapun beliau berada dan di tempatkan beliau dapat menjadi objek keindahan yang banyak menyedot perhatian.
Hal ini justru bertentangan dengan teory kent yang mengatakan bahwa seni adalah segala hal yang khusus di ciptakan untuk keindahan.
Tuan Guru Bajang tidaklah demikian, beliau ulama sekaligus umara ,sebagai individu beliau juga pencinta olah raga bersepeda dan banyak lainnya, beliau sebagai umara dengan kesadaran sebagi ulama yang visioner juga menciptakan karya seni fenomenal, tengok saja keindahan islamic center (IC) .
Beliau tidak hanya di ciptakan Tuhan yang maha esa sebagai objek seni belaka, beliau ulama dan umara namun memenuhi unsur keindahan sebagai manusia.
Saya hanya ingin mengatakan, bahwa sebaik-baik pencipta keindahan adalah Tuhan yang maha esa, dan Tuan Guru Bajang memenuhi unsur keindahan seni ciptaan Tuhan yang maha esa.
Dan itu melampaui semua teory manusia pada umumnya.
Salam
*ardi selalu bersama kopi.
-Penggiat Di Rumah Politik Amoz-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar